Selasa, 28 November 2017

PERBEDAAN ANTARA KARYA TULIS ILMIAH POPULER DENGAN KARYA TULIS ILMIAH MURNI


 Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi, dan lain-lain) terletak pada bahasa penyampaian yang digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum.

 Dari segi topik bahasan, tulisan ilmiah populer cenderung membahas permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat di sekitarnya. Berbeda dengan karya tulis ilmiah murni yang lebih sering berkutat dalam bidang ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat awam.

 Sarana untuk mempublikasikan karya ini hampir tidak ada yang berdiri sendiri secara utuh. Biasanya dalam suatu media massa, karya ini dipadukan dengan karya tulis nonilmiah. Karya ilmiah populer dapat kita jumpai pada majalah, koran atau tabloid.

Senin, 27 November 2017

Dunia ini

Dunia ini terlalu Hina untuk
membuat kita menangis hnya karena seseorang, Terlalu
murah untuk membuat kita
bersedih, Terlalu lemah untuk
membuat kita putus Asa..

Memang, Allah tidak
menjanjikan Bahwa langit itu
selalu biru, Bunga itu selalu
mekar, Dan Matahari selalu
bersinar.

Tapi.. Ketahuilah, Bahwa
Allah selalu memberi pelangi
disetiap ada hujan, Senyum di
setiap Airmata, Berkah di setiap
Cobaan, Dan Jawaban di setiap
Doa. amiin :))

Sebenarnya diriku

Dibalik senyumku.... sebenarnya aku cemberut
Dibalik tawaku... sebenarnya aku menanngis
Dibalik tenangku... sebenarnya aku gelisah
Dibalik itu semua... aku memendam cemburu
Tak mengertikah kau dengan isyaratku..?
Dalam pedih hatiku...
Rasa ini masih berharap besar padamu...
Suara hatiku selalu bernada sama setiap harinya..
Menyanyikan nyanyian rindu hanya untukmu...
Pernakah engkau merasakan apa yang kurasakan?
Pernakah kau sadar besarnya rasa yang kuberikan?
Dan kini...
Dalam sepi dan kesendirian ...
Diriku terdiam dalam angan...
Menggigil dalam ketakutan...
Menyadari bahwa dirimu yang tak akan mungkin
Menjadi milikku...
Lelah menanti...
Cinta untukmu tak pernah terbalas...
Lucu memang...
Aku masih bisa tersenyum manis,
Melihatmu disana tertawa lepas bersamanya...
Lucu memang...
Aku masih saja merindukanmu...
Walau ku tahu hatimu bukan untukku...
Lucu memang...
Hati ini selalu berbunga-bunga untukmu...
Walau ku tahu ku slalu menangis dalam diam...
Lucu memang ...
Aku masih saja mengharapkanmu...
Walau slalu luka yang kudapat...
Mengingat hal itu...
Mengingat hari itu...
Kembali mengingat masa-masa itu...
Membuatku beersedih...
Membuatku menangis...
Menangisi kebodohanku...
Kebodohanku yang tidak mengetahui,
Tidak mengetahui perasaanku padamu...
Tidak mengetahui perasaanmu padaku...
Tidak mengetahui hubunganmu dengan dia...
Dia yang membuatmu bahagia...
Bahagia kalian yang membuatku hancur...
Hancur mengoyak perasaanku...
Perasaanku yang terlanjur dalam padamu...
Untukmu yang menganggapku hanya teman...

Terkadang pemikiran ini mencoba menerka...
Tentang Apakah itu..?
Sungguh aku tak mampu menafsirkannya
Perasaan yang aneh..
Terkadang bahagia,
Terkadang sedih,
Terkadang marah,
Itu semua menggangguku..
Tak kunjung sirna dalam hatiku..
Mungkinkah itu...????
Dan seperti inilah aku...
Selalu dalam heningnya malam,
Ku menatap kelangit,
Membayangkan wajahmu diantara bintang-bintang...
Kadan aku brtany-tanya...
Salahkah aku yang begitu berharap padamu...?
Aku benci,
Aku benci harus terpuruk lagi...
Berteman baik dengan kesepian...
Hal terindah adalah
Ketika melihat senyummu..
Namun sakitnya, ketika kusadari...
Senyum itu bukan untukku...

Segalanya

Segala keindahan di muka bumi ini..
Keindahan alam yang asri...
Keindahan langit yang menawan..
Keindahan mahluk di muka bumi ini
Keindahan segala ciptaan Tuhan...
Yang membuat setiap matamemandang terpana
Yang membuat setiap jiwa terkesima...

Namun tiada yang lebih indah
Selain keindahan hati ini...
ketika hati yang kembali pada Tuhannya...
ketika hati yang merasakan dekat denganNya...
ketika hati yang selalu bersyukur pada-Nya..
dan ketika hati yang melihat segala keindahan...
ia tau itu adalah keindahanNya...

tiada kata yang mampu diucap
tiada rasa yang mampu diungkap
tiada jiwa yang menentang
tiada nada yang mampu di lagukan

ya Rabbii...
aku berlindung pada-Mu
dari segala hijab  yg menghalangi hati ini
merasakannya, melihatnya...
wahai Allah yang menciptakan dan memiliki segala keindaham
yang lebih indah dari apa yang bisa dibayangkan

Manfaat berdoa sebelum tidur


Suatu ketika sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib –radhiyallahu ‘anhuma- berkata: “Bersabda kepadaku Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam:
قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وَضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ وَقُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ فَإِنْ مُتَّ مُتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ فَقُلْتُ أَسْتَذْكِرُهُنَّ وَبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
قَالَ لَا وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ (البخاري)
“Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti kamu hendak melakukan sholat. Kemudian berbaringlah di atas bagian tubuh yang kanan. Lalu ucapkanlah: ”Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang dan takut. Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dariMu kecuali kepadaMu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan, dan Nabi yang telah Engkau utus.” Apabila kamu meninggal dunia, maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah. Dan jadikanlah ia ucapan terakhirmu.” (HR Bukhary 19/372)
Subhanallah… Ini merupakan suatu amalan yang sungguh ringan namun berbobot. Bayangkan, dengan membaca doa seperti di atas, maka seseorang jika dalam tidurnya menemui ajalnya ia akan dinilai Allah subhaanahu wa ta’aala sabagai mati dalam keadaan fitrah. Berarti ia mati dalam keadaan semua dosanya diampuni Allah sebagaimana keadaannya saat ia pertama kali dilahirkan oleh ibunya.
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (البخاري)
Bersabda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam:”Tiap-tiap yang lahir dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR Bukhary 5/182)
Pertama, ajaran Islam tidak membenarkan konsep ”dosa warisan”. Islam memandang bahwa bayi yang baru lahir, siapapun dia, adalah lahir dalam keadaan fitrah, bersih, suci tanpa dosa apapun. Islam tidak mengakui istilah ”anak haram”. Kalaupun ada anak yang lahir dari perzinaan, maka yang haram atau dosa adalah perbuatan kedua orang yang telah berzina tersebut, bukan si bayi. Maka sungguh beruntunglah orang yang saat meninggal dinilai sebagai meninggal dalam keadaan fitrah, bersih, suci tanpa dosa. Berarti ia akan menerima ganjaran semata dari berbagai perbuatan baik yang telah dikerjakannya di dunia. Sedangkan ia tidak terlibat dalam dosa apapun yang menyebabkan dirinya patut menerima hukuman atau siksa di akhirat. Kecuali bila ia mempunyai kesalahan terhadap sesama hamba Allah atau manusia. Maka tentu ini tetap bakal diproses oleh Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan tentunya, Allah tidak akan menzalimi siapapun.
Kedua, Islam memandang bahwa pada saat seseorang sedang tidur berarti ruhnya berpisah dari badannya. Maka saat ia bangun dari tidurnya berarti Allah berkenan mengembalikan ruh ke dalam jasad orang itu. Namun jika Allah berekehendak lain tentu Dia berhak menahan ruh orang itu untuk selamanya sehingga tidak kembali ke badannya. Dan inilah yang disebut dengan peristiwa kematian. Seorang mu’min yang mengerti dan meyakini konsep ini tentu tidak akan berangkat tidur begitu saja tanpa mempersiapkan kemungkinan dirinya tak bakal bangun lagi untuk selamanya, yakni meninggal dunia alias mati.
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الزمر)
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”(AzZumar 42)
Maka ketika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memberitahu kita bagaimana cara terbaik mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ajal menjemput saat sedang tidur, sudah sepatutnya kita patuh menjalankannya dengan penuh rasa syukur…. Alhamdulillah.-

Sabtu, 18 November 2017

Sepenggal kisah, akhlak Rasulullah

Pada suatu hari dizaman Rasulullah saw. Hiduplah seorang kakek yang buta. Kakek itu tidak beriman kepada Allah dan Rasulullah, malah sebaliknya. Ia sangat membenci nabi Muhammad saw.di setiap perjalanan ia selalu berkata"hati-hatilah kepada orang yang bernama Muhammad, hati-hatilah sesungguhnya ia adalah seorang penyihir, penipu, jangan sampai kalian terbujuk oleh kata-katanya hati-hatilah". Begitulah ia sangat membenci nabi Muhammad saw.namun disisi lain, ada seorang pemuda yang sangat lembut, sopan, santun kepadanya yang tidak seorang pun yang memiliki sifat sepertinya. Setiap hari pemuda selalu mendatanginya, memberikan sedekah padanya, ia sangat lembut perlakuannya terhadap kakek tersebut. Kakek itu pun begitu menyayangi pemuda itu karena kelemah lembutannya yang tidak ada orang didunia ini yang setara dengannya.
Pada suatu hari, ketika Nabi Muhammad saw. Nabi utusan Allah, kekasih Allah telah berpulang ke rahmatullah, seorang laki-laki mendatangi kakek tersebut, memberikan sedekah kepada kakek tersebut. Lalu kakek itu berkata " siapa kamu, kamu bukanlah orang yang sama yang selalu memberikan pemberian kepadaku, pemuda yang selama ini berbuat baik kepadaku adalah pemuda yang sangat lembut perkataanya, santun tutur katanya. Kamu bukanlah orang yang sama". Laki laki itu menjawab " benar wahai kakek aku bukanlah orang yang sama, orang yang selalu berbuat baik kepadamu telah meninggal dunia." lantas kakek itu pun bertanya " katakanlah siapa kau dan siapa sebenarnya pemuda itu" laki-laki itu menjawab " wahai kakek, ketahuilah, orang yang selama ini bersedekah kepadamu, berbuat baik kepadamu, yang sangat lembut hatinya, yang sangat santun tutur katanya, adalah orang yang selalu engkau hina, orang yang selau engkau caci, dialah nabi utusan Allah Muhammad saw. Ia telah berpulang kerahmatullah sedangkan aku adalah Abu Bakar sahabat rasulullah". Lantas kakek itu terdiam kemudian berkata dengan suara lantang "Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa muhammad rasulullah" "ketahuilah aku adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi ini, aku adalah orang yang paling hina. Aku mencela orang yang sangat aku sayangi, yang sangat lembut hatinya, yang sangat santun perkataannya. Ketahuilah aku adalah orang yang paling jelek". Ia berkata sambil butir-butir air menetes ke pipinya dan semakin deras.
Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja, bersedekah tanpa pandang bulu. Berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita adalah balas jasa tetapi, berbuat baik kepada orang yang jahat kepada kita adalah luar biasa. Karena pada hakikatnya bersedekah dan berbuat baik itu bukan hanya membalas kebaikan orang lain,  tetapi berbuat baik itu mengharapkan ridha Allah swt.
Rasulullah saw. diutus ssebagai nabi terakhir untuk membawa risalah. Namun, ada misi lain kenapa Rasulullah saw. diutus yaitu untuk menyempurnakan akhlak seluruh umat manusia. Sebagaimana sabda beliau yang berbunyi “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”. (HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab adab, Baihaqi dalam kitab syu’bil Iman dan Hakim). Dan juga Allah berfirman dalam QS. Al Ahdzab ayat 21

{لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا} [الأحزاب : 21]

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah".
Dengan kemuliaan akhlak Rasulullah saw. diharapkan seluruh umat manusia bisa mencontohkan akhlak beliau sehingga terciptalah kehidupan yang damai.  Karena pada hakikatnya Rasulullah saw. diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. Al-Anbiya:107
{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ} [الأنبياء : 107]

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
Semoga kita senantiasa memperbaiki akhlak layaknya akhlak mulia rasulullah saw.
Wallahu a'lam bisshowab

Kamis, 16 November 2017

Takut berhijab? Manfaat hijab


Memakai hijab adalah kewajiban bagi seluruh wanita muslim. Kenapa? Karna Allah berfirman dalam Al-Qur'an surah al-Ahdzaab ayat 59:
{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا} [الأحزاب : 59]
Artinya: "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dan juga Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua Kelompok Termasuk Ahli Neraka, Aku Belum Pernah Melihatnya, Suatu Kaum Yang Memiliki Cambuk Seperti Ekor Sapi, Mereka Memukul Manusia Dengan Cambuknya Dan Wanita Yang Berpakaian Tapi Telanjang Karena Tipis, Atau Pendek Yang Tidak Menutup Semua Auratnya, Bergaya Ketika Berjalan, Ingin Diperhatikan Orang, Kepala Mereka Seperti Punuk Unta Yang Berpunuk Dua, Mereka Tidak Masuk Surga Dan Tidak Mendapatkan Baunya Padahal Bau Surga Itu Akan Didapati Dari Sekian Dan Sekian Perjalanan 500 Tahun." {HR.Muslim,Ahmad Dan Imam Malik}
Dari dua dalil diatas kita tau bahwa jangankan masuk surga,  mencium bau surganya saja tidak bisa seperti yang Rasulullah saw. katakan.

Sudah banyak penelitian tentang manfaat hijab baik itu dari sisi kriminalogi maupun pakar kesehatan. Dari penelitian kriminalogi, Ternyata semakin banyak wanita berhijab di suatu daerah/negara maka akan semakin mengurangi tingkat kriminal pelecehan seksual. Karena wanita yang berhijab memiliki tingkat peluang kecil untuk diganggu para lelaki.  Berbeda dengan negara yang mayoritas wanitanya membuka aurat, semakin banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi.

Lalu, bagaimana manfaatnya dengan kesehatan?
1. Memperlambat penuaan dini kaum wanita
Proses penuaan pasti dialami setiap orang termasuk wanita. Selain pola makan dan gaya hidup seseorang,  paparan sinar matahari juga termasuk penyebab proses penuaan. Nah lo?  Ada apa dengan sinar matahari? Paparan sinar matahari ternyata dapat merangsang keluarnya sel-sel melanin dalam kulit dan menyebabkan rusaknya jaringan elastin dan kolagen pada kulit. Bila hal itu terjadi, maka kulit menjadi tidak lentur lagi alhasil kemudian timbulah keriput pada kulit sebagai gejala awal penuaan dini pada seseorang. Dengan berhijab, seorang wanita akan lebih terlindungi dari paparan sinar UV matahari dibandingkan bila memakai cream pelindung kulit atau sejenisnya, juga dapat menjaga memutihkan wajah dan kulit.

2. Hijab menjaga kesehatan rambut wanita
Menggunakan hijab dapat menjaga kesehatan rambut wanita, karena hijab melindungi rambut dari sinar matahari, polusi, radikal bebas dan debu yang dapat merusak rambut. Memakai hijab merupakan salah satu solusi para wanita untuk menjaga rambutnya dari berbagai kerusakan yang di timbulkan oleh hal-hal tersebut.

3. Hijab mencagah terjadinya kanker kulit
Nah lo? Apa hubungannya dengan kanker kulit y?  Kanker kulit adalah penyakit  yang terbentuk akibat adanya ketidakstabilan sel  kulit yang bisa dipicu oleh beberapa hal seperti zat kimia, radikal bebas dan paparan ultra violet sinar matahari. Kulit wanita memiliki daya tahan yang lebih rendah dibandingkan kulit pada seorang pria. Sinar Ultra Violet (UV)  matahari dapat merusak dan membunuh DNA pada sel kulit dan merubahnya menjadi sel tumor pemicu kanker kulit. Untuk itu dengan memakai hijab yang sesuai ketentuan seorang wanita akan lebih terlindungi dari timbulnya sel kanker kulit.

4. Mencegah timbulnya Radang Kulit Bagian Luar (Solar Keratoses)
Radang kulit bagian luar merupakan kondisi kulit yang terlihat bersisik dan kasar akibat terkena paparan Ultra Violet (UV) sinar matahari. Bila hal ini dibiarkan terus menerus, kondisi tersebut dapat mengarah pada timbulnya sel kanker. Dengan memakai hijab, semua bagian tubuh wanita akan terlindungi dari paparan UV sinar matahari terutama terhadap terjadinya radang kulit bagian luar (Solar Keratoses).

5. Melindungi dari udara panas dan dingin
Tubuh sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Udara panas tidak baik untuk otak. Pakar menyarankan saat harus berada di bawah sinar matahari sebaiknya menggunakan pakaian yang tertutup terutama pada bagian kepala, mata, dan leher untuk mengurangi resiko kerusakan otak. Tubuh dengan suhu dingin terlalu lama juga dapat menyebabkan hipotermia, flu dan gemetar.
Pada suhu dingin juga disarankan untuk memakai pakaian yang tertutup di tubuh dan kepala untuk menjaga tubuh tetap hangat. Wanita yang berhijab dapat menjaga suhu dan melindungi tubuh dari paparan sinar matahari dan suhu dingin.

Nah, itu sebagian kecil dari manfaat menggunakan hijab dari sisi kesehatan.  Masih banyak beragam manfaat lainnya yang belum kita ketahui.
Bagaimana seseorang wanita muslim enggan memakai jilbabnya dengan dalih nanti dulu deh, masih muda, panas, atqupun berbagai macam dalih lainnya.
Kalau begitu, dapatkah kita menjawab kapankah kita mati? Padahal kematian tidak mengenal umur, jabatan, harta. Manakah yang lebih panas, panasnya dunia atau panasnya api neraka?
Dapatkah kita mengira ketika kita melangkahkan kaki, kita yakin akan sampai pada tujuan? Bagaimana jika nyawa dicabut ditengah perjalanan?
Maka dari itu, marilah kita berhijab walau perlahan. Tidak ada perubahan yang langsung jadi. Dan, jika ada yang mengatakan, hijabin hati dulu baru fisiknya. Maka katakan padanya, hijab itu bukan dari hati tapi dari kepala sampai kaki.
Wallahu a'lam bisshowab.